Jumat (27/6/2025), Grebeg Pakujoyo 2025 yang digelar di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, berlangsung meriah dan penuh makna. Kegiatan budaya tahunan ini memasuki pelaksanaan ke-5 dan menjadi salah satu agenda penting dalam pelestarian seni tradisional serta pemberdayaan ekonomi warga melalui bazar UMKM.
Acara dimulai dengan kirab budaya yang diikuti oleh 37 kelompok atau bergodo dari seluruh RT/RW di Kelurahan Gayam. Peserta mengenakan kostum unik dan kreatif, mengarak tiga gunungan berisi hasil bumi, jajanan pasar, dan uang. Gunungan tersebut menjadi ikon utama Grebeg Pakujoyo yang selalu dinantikan warga.
Camat Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Grebeg Pakujoyo tahun ini diawali dengan rangkaian bazar UMKM sejak 21 Juni 2025. Puluhan pelaku usaha lokal menawarkan produk kuliner, kerajinan, dan mainan anak yang menarik perhatian pengunjung. Kegiatan ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi warga secara langsung.
Pengamanan kirab juga ditingkatkan, terutama saat prosesi rebutan isi gunungan. Sejumlah personel TNI dan Polri dikerahkan dengan pengamanan khusus guna memastikan acara berjalan tertib dan aman.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, yang hadir membuka acara bersama Wakil Bupati dan Forkopimda, memberikan apresiasi atas inisiatif warga dan tokoh masyarakat Kelurahan Gayam. Menurutnya, Grebeg Pakujoyo bukan sekadar perayaan, tapi juga bentuk rasa syukur, ajang silaturahmi, serta pelestarian budaya yang perlu terus dijaga bersama
Selain kirab budaya, panitia juga menggelar lomba kirab antar-wilayah RT/RW, dengan hasil sebagai berikut:
Pemenang Lomba Kirab Budaya Grebeg Pakujoyo 2025:
Pemerintah Kecamatan Sukoharjo terus mendukung kegiatan semacam ini sebagai bagian dari penguatan identitas lokal, peningkatan partisipasi masyarakat, dan upaya membangun kebersamaan warga.