Sukoharjo, 7 November 2024 – Memasuki hari kedua rangkaian kegiatan Rembuk Stunting, Kecamatan Sukoharjo melaksanakan kegiatan di empat kelurahan, yaitu Kelurahan Gayam, Joho, Jetis, dan Combongan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kecamatan Sukoharjo untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Sukoharjo melalui sosialisasi dan kolaborasi antara kader PKK, Posyandu, dan masyarakat.
Di Kelurahan Joho, sambutan disampaikan langsung oleh Lurah Joho, Bapak Widodo, SE, MM. Beliau menggantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Joho yang berhalangan hadir karena agenda lain. Dalam sambutannya, Lurah Widodo mengucapkan selamat datang dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader yang hadir dan berpartisipasi, meskipun di tengah kesibukan menjalankan aktivitas rutin Posyandu.
Bapak Widodo menjelaskan bahwa di wilayah Joho, Posyandu secara rutin melaksanakan pengukuran dan penimbangan balita sebagai bagian dari pemantauan kesehatan anak. Program ini didukung oleh Dinas Kesehatan yang telah melengkapi Posyandu dengan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga kader dapat melaksanakan program pemerintah dengan baik. Selain itu, Posyandu di Joho juga mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari Kementerian Kesehatan kepada keluarga yang membutuhkan. Khususnya, terdapat 12 balita di wilayah Joho yang mendapat bantuan PMT harian selama 60 hari sebagai upaya pemenuhan gizi yang optimal.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Sukoharjo, Ibu Riza Nur Fitri, yang memberikan materi mengenai apa itu stunting, penyebabnya, dampaknya, serta cara pencegahannya. Sesi ini disertai dengan tanya jawab, di mana peserta berdiskusi mengenai pemberian nutrisi yang tepat guna mencegah stunting.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ibu Rismi Ningsih, Pembantu Penyuluh KB Desa (PPKBD) di Kelurahan Joho. Dalam presentasinya, beliau menjelaskan peran PPKBD dalam mendampingi kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan balita. Untuk ibu hamil, dilakukan pendampingan khusus sebanyak enam kali selama masa kehamilan, serta pemberian tambahan vitamin dan tablet zat besi. Sedangkan untuk balita, selama satu tahun pertama diberikan asupan protein hewani berupa ayam dan telur untuk mendukung pertumbuhan optimal.
Tim PPKBD juga aktif mendampingi calon pengantin dengan pemberian tablet tambah darah sebagai bagian dari persiapan menuju keluarga sehat. Ibu Rismi menekankan kepada ibu-ibu yang memiliki calon pengantin atau kelompok rentan di keluarga atau di lingkungan mereka agar segera melapor kepada kader masing-masing untuk dapat menerima pendampingan.
Rangkaian kegiatan Rembuk Stunting ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengurangi angka stunting, serta meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Joho dan wilayah lain di Kecamatan Sukoharjo.