SUKOHARJO – Tim 3 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 53 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program sosial kemasyarakatan berupa Pelatihan Modul Pengembangan dan Panduan Tata Kelola Wisata Edukasi Konservasi Burung Hantu Tyto alba. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (5/8) pukul 10.00 WIB di Sekretariat P4S Harmoni, Kampung Klurahan, Kelurahan Sukoharjo, dengan sasaran pengelola P4S Harmoni sebagai pengelola pelestarian Tyto alba sekaligus calon penggerak wisata edukasi berbasis konservasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNDIP, Dimas Aji Wicaksono dan Jasmine Aura Cintarani H., dengan memberikan pembekalan mengenai strategi pemasaran kemitraan serta tata kelola lingkungan wisata berbasis Sapta Pesona
Burung hantu Tyto alba yang selama ini dilestarikan P4S Harmoni memiliki peran sebagai predator alami hama tikus di lahan pertanian masyarakat. Selain bermanfaat bagi pertanian, keberadaan Tyto alba juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi wisata edukasi konservasi. Namun, pengelolaannya masih dilakukan secara swadaya dan belum sepenuhnya didukung tata kelola wisata serta strategi pemasaran yang terstruktur. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah membangun kemitraan dengan sekolah sebagai sasaran kunjungan edukasi, sekaligus menata lingkungan kawasan konservasi agar memenuhi prinsip Sapta Pesona.
Menjawab kebutuhan tersebut, Tim 3 KKN-T IDBU 53 UNDIP memberikan dua materi pendampingan yang saling melengkapi. Dimas Aji Wicaksono memberikan edukasi mengenai strategi pemasaran kemitraan atau Business to Business (B2B), termasuk pemanfaatan proposal penawaran paket eduwisata dan penyusunan template proposal kerja sama yang dapat digunakan P4S Harmoni untuk menjalin kemitraan dengan sekolah. Sementara itu, Jasmine Aura Cintarani H. memberikan pendampingan dalam penyusunan panduan tata kelola lingkungan objek wisata berbasis Sapta Pesona melalui observasi kondisi lingkungan dan tata ruang kawasan konservasi Tyto alba. Kedua materi tersebut menjadi bagian dari buku manajemen berjudul “Pengembangan Wisata Edukasi (Edutourism) Berbasis Masyarakat dan Tata Kelola Berkelanjutan Konservasi Burung Hantu Tyto alba.”
Sosialisasi strategi pemasaran insititusonal (B2B Marketing) oleh Dimas Aji Wicaksono kepada pengelola P4S Harmoni
Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan pengelola P4S Harmoni dalam diskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan wisata edukasi berbasis masyarakat. Sri Wiji Astuti, selaku perwakilan pengelola P4S Harmoni, menyampaikan apresiasinya terhadap pendampingan yang diberikan. “Sangat bagus dan bisa dikembangkan dengan semangat masyarakat dan bisa membuat nuansa yang berbeda sehingga modul tersebut nantinya bisa dipakai sebagai dasar tata kelola, eduwisata, dan kegiatan yang ada di Kelurahan Sukoharjo,” ujarnya. Dari kegiatan tersebut dihasilkan dua dokumen panduan utama, yaitu panduan strategi pemasaran institusional yang dilengkapi sasaran mitra dan template proposal kerja sama, serta panduan praktis tata kelola lingkungan berbasis Sapta Pesona
Panduan yang telah disusun diharapkan dapat menjadi acuan bagi P4S Harmoni dalam mengembangkan wisata edukasi konservasi Tyto alba secara bertahap dan berkelanjutan. Ke depan, pengelola diharapkan dapat membangun kerja sama dengan sekolah sebagai mitra kunjungan edukasi sekaligus menerapkan tata kelola lingkungan secara konsisten. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 15 tentang Ekosistem Daratan melalui upaya pelestarian Tyto alba serta SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan potensi wisata edukasi berbasis masyarakat dan kemitraan.
Penyerahan modul manajemen berjudul “Pengembangan Wisata Edukasi (Edutourism) Berbasis Masyarakat dan Tata Kelola Berkelanjutan Konservasi Burung Hantu Tyto Alba”