SUKOHARJO – Tim 2 Kuliah Kerja Nyata Tematik Iptek Desa Binaan (KKN-T IDBU) 53 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan sosialisasi pengenalan burung hantu Tyto alba kepada anak-anak Kampung Klurahan, Kelurahan Sukoharjo, Sabtu (1/8) pukul 13.00 WIB. Kegiatan yang bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Harmoni tersebut berlangsung di Karantina Tyto alba, RT 02/RW 12, Kampung Klurahan, dengan mengusung tema pengembangan destinasi penangkaran burung hantu sebagai wisata edukasi berbasis konservasi. Kegiatan bertujuan mengenalkan peran Tyto alba sebagai predator alami hama tikus sekaligus memperkenalkan potensi kawasan sebagai wisata edukasi bagi anak-anak.
Kampung Klurahan memiliki potensi wisata berbasis pertanian, salah satunya karantina Tyto alba yang selama ini menjadi lokasi kunjungan sejumlah instansi dan kelompok tani untuk mempelajari perkembangbiakan burung hantu sebagai pengendali hama tikus. Namun, potensi tersebut belum didukung konsep kunjungan dan aktivitas edukatif yang terstruktur sesuai kelompok usia. Melalui kegiatan ini, Tim 2 KKN-T IDBU 53 UNDIP memperkenalkan konsep paket wisata edukasi yang dapat diterapkan bagi anak-anak usia 4–12 tahun.
Sosialisasi dikemas secara interaktif melalui storytelling, pengenalan satwa, kegiatan mewarnai gambar burung hantu, serta permainan edukatif. Materi mengenai Tyto alba disampaikan oleh Sri Wijiastuti atau yang akrab disapa Bu Tutik selaku pendamping P4S Harmoni. Di akhir kegiatan, peserta juga mendapatkan cinderamata berupa gantungan kunci berbentuk burung hantu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan keanekaragaman hayati dan peran ekologis Tyto alba dalam membantu petani mengendalikan hama secara alami.
Kegiatan mendapat antusiasme dari anak-anak Kampung Klurahan yang mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga akhir. Lurah Sukoharjo dan pengurus P4S Harmoni turut hadir dalam pelaksanaan kegiatan. Sri Wijiastuti menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut dan berharap masyarakat Kampung Klurahan semakin mengenal Karantina Tyto alba serta mendukung kegiatan yang diinisiasi P4S Harmoni dalam pengembangan sektor pertanian. Melalui sosialisasi ini, anak-anak juga memperoleh pengetahuan yang lebih dekat dengan materi mengenai lingkungan dan keanekaragaman hayati yang mereka pelajari di sekolah.
Program pengenalan Tyto alba tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan wisata edukasi berbasis konservasi di Kampung Klurahan. Selain meningkatkan pengetahuan dan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan, kegiatan ini turut mendukung SDGs 15 tentang Ekosistem Daratan, khususnya dalam mengenalkan keanekaragaman hayati dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Edukasi kepada generasi muda diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap keberadaan Tyto alba sekaligus mendukung upaya P4S Harmoni dalam mengembangkan potensi pertanian dan wisata edukasi di Kelurahan Sukoharjo