UMUM KEGIATAN

KKN-T IDBU 53 UNDIP Dampingi P4S Harmoni Tata Kelola Keuangan Wisata Edukasi Tyto Alba

5 Agustus 2026

KKN-T IDBU 53 UNDIP Dampingi P4S Harmoni Tata Kelola Keuangan Wisata Edukasi Tyto Alba

SUKOHARJO – Tim 3 KKN-T IDBU 53 Universitas Diponegoro (UNDIP) dari Program Studi Akuntansi mendampingi pengurus dan anggota Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Harmoni dalam menata pengelolaan keuangan dan administrasi wisata edukasi konservasi burung hantu Tyto alba. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (5/8) di Kampung Klurahan, Kelurahan Sukoharjo, melalui observasi, wawancara, sosialisasi, dan pendampingan sebagai upaya membantu pengelola mengembangkan tata kelola wisata yang lebih terstruktur.

Kelurahan Sukoharjo memiliki potensi ekowisata berbasis masyarakat melalui edukasi pertanian terpadu dan konservasi burung hantu Tyto alba. Berdasarkan hasil observasi, masih terdapat sejumlah kebutuhan dalam pengelolaan wisata, antara lain belum adanya perhitungan biaya paket wisata yang terstruktur, sistem monitoring keuangan, pencatatan inventaris yang rapi, serta dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB). Selain itu, transaksi wisata masih banyak dilakukan secara tunai. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menentukan harga paket, melakukan pengawasan keuangan, memantau aset, dan mengelola transaksi wisata secara lebih tertib.

Menanggapi kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi Akuntansi menyusun sejumlah perangkat pengelolaan yang disesuaikan dengan kondisi P4S Harmoni. Muhammad Omar Ilyasa menyusun Harga Pokok Penjualan (HPP) sebagai dasar penetapan harga paket wisata, sedangkan Habib Ammar Zakiy merancang Rencana Anggaran Biaya (RAB) Paket Eduwisata. Najmi Syifa Febriani menyusun Pedoman Sistem Monitoring Keuangan, sementara Naufal Galang Fauzan merancang format pencatatan inventaris sarana dan prasarana berbasis Microsoft Excel. Sementara itu, Rafi Adzani Fadlilkhalik Umiyanto memberikan edukasi mengenai digitalisasi transaksi melalui implementasi QRIS. Rangkaian program tersebut diarahkan untuk membantu pengelola menata keuangan, aset, dan transaksi wisata secara lebih sistematis.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan pengurus P4S Harmoni dan tokoh masyarakat melalui observasi, wawancara, sosialisasi, serta pendampingan. Dalam proses tersebut, pengelola turut menyampaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan, termasuk kendala penempatan QRIS karena belum tersedianya loket resmi serta kebutuhan akan data operasional sebagai dasar pengelolaan. Masukan tersebut menjadi bahan bagi mahasiswa untuk menyesuaikan perangkat dan sistem yang disusun dengan kondisi nyata pengelolaan wisata di P4S Harmoni.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa menghasilkan sejumlah perangkat pendukung berupa dokumen perhitungan HPP dan margin keuntungan, dashboard monitoring keuangan bulanan, dokumen RAB operasional berkala, format inventarisasi aset, serta tata cara pembuatan QRIS secara mandiri. Perangkat tersebut diharapkan dapat membantu P4S Harmoni dalam melakukan pencatatan dan pengawasan keuangan, mengelola sarana dan prasarana, serta mengembangkan sistem transaksi wisata secara lebih tertib. Perwakilan pengelola P4S Harmoni, Sri Wiji Astuti, mengapresiasi modul yang disusun mahasiswa dan melihat peluang pemanfaatannya dalam pengembangan kegiatan di Kelurahan Sukoharjo. “Sangat bagus dan bisa dikembangkan dengan semangat masyarakat dan bisa membuat nuansa yang berbeda sehingga modul tersebut nantinya bisa dipakai sebagai dasar tata kelola, eduwisata, dan kegiatan yang ada di Kelurahan Sukoharjo,” ujarnya.

Keberlanjutan program diarahkan melalui evaluasi dan penyesuaian modul serta sistem sesuai dengan perkembangan dan perluasan paket wisata. Pengelola juga merencanakan pemutakhiran data inventaris secara berkala serta penempatan QRIS secara fisik setelah fasilitas loket permanen selesai dibangun. Kegiatan ini turut mendukung SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas pengelolaan wisata serta SDGs 15 tentang Ekosistem Daratan melalui dukungan terhadap pengelolaan wisata yang berkaitan dengan konservasi Tyto alba.

Share :